• Uncategorized
  • 3

Rooting ponsel android dan bahayanya

Rooting pada ponsel android adalah membuka akses super user pada ponsel android. Istilah rooting diberikan karena android adalah sistem operasi berbasis Linux. Core system android menggunakan kernal linux yang telah dimodifikasi. Penggunaan kernal linux inilah yang kemudian memunculkan instilah rooting.

Dalam linux Root yang berarti akar adalah merupakan Username untuk super user. Super user merupakan user dengan level di atas administrator yang menguasai seluruh sistem. Linux menggunakan struktur direktori yang berbeda dengan windows. Direktori dalam linux diawali dengan direktori / yang berarti akar sehingga seluruh folder dan file sistem linux tersimpan di folder tersebut. Lalu apa hubunganya dengan Rooting???

Linux dalam penggunaan sehari-hari tidak pernah menggunakan Root atau super user. Operating sistem secara default tidak memperkenankan penggunan user Root. Penggunaan user Root hanya dilakukan apabila ada perubahan dalam OS seperti menginstall aplikasi dan melakukan configurasi file-file penting yang tersimpan di root. OS sengaja atau malah mungkin menjadi standart operasional, tidak menggunakan root untuk menjaga sistem dari kerusakan yang ditimbulkan akibat penggunakan Super User yang tidak tepat. Misalnya penghapusan direktory-direktory penting.

Sekarang kembali ke android, struktur direktory di android sama dengan linux yaitu diawal dengan folder / atau root. Maksud dari Rooting adalah membuka akses agar direktory root (/) dapat diakses. Produsen Ponsel sama dengan Distro Linux, secara default tidak membuka akses ke root system. Tujuanya menghindari kesalahan dari user seperti menghapus direktory penting secara sengaja. Namun beberapa aplikasi seperti Titanium backup, Droid Sheep,dsb tidak dapat digunakan bila ponsel belum di root. Hal ini terjadi karena aplikasi tersebut memerlukan akses ke direktory system seperti folder /data  /etc,dll.

Dengan melakukan rooting berarti kita membuka akses ke seluruh direktory sistem. Aplikasi yang memerlukan akses ke folder sistem bisa berjalan dan kita bisa melakukan configurasi seperti configurasi WIFI, Memory,dll karena file2 tersebut ada di direktory sistem dan kita mengakses karena super user telah diaktifkan. Pada dasarnya Super User di android tidak memiliki password dan pengecahan akses ke Root dilakukan dengan aplikasi Super User yang meminta konfirmasi apabila ada program yang berusaha mengakses direktory root.

Lalu apa bahaya??? tentu membuka akses Root menimbulkan bahaya terhadap penyerangan malware jahat. Virus atau malware dapat menyerang folder direktory sistem karena akses permissionya terbuka (read/write). Malware dapat memodifikasi file, menghapus data, bahkan mengirimkan data-data di semua folder kepada sang pembuat malware. Kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan malware tentunya sangat beragam tergantung dari karakteristik malwarenya. Kebanyakan adalah pencurian data penting, sms ke nomer premium yang menguras pulsa, bahkan bisa merusak OS anda sehingga anda harus flashing ulang OS android anda. Dengan demikian anda harus selalu waspada apabila ponsel anda telah di root.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Cek aplikasi apa saja yang mendapatkan akses ROOT. Anda bisa mengetahuinya dengan membuka aplikasi super user. Secara otomatis aplikasi super user akan terinstall ketika anda melakukan rooting.

2. Jangan memberikan akses ke Root ketika muncul pop-up screen yang meminta konfirmasi akses root apabila anda tidak mengenali aplikasi tersebut. Sebaiknya berikan deny access dan bila memang aplikasi itu diperlukan anda bisa menganti permission settingnya pada aplikasi super user

3. Bila anda memodifikasi file sistem untuk keperluan seperti mempercepat ponsel, setting GPS, setting WIFI,dsb pastikan file yang anda edit adalah file yang benar. Pastikan anda membuat backup untuk file tersebut

4. Hati-hatilah ketika menggunakan program file explorer yang dapat mengakses seluruh folder sistem anda. Usahakan membuat folder system read only untuk menghindari kesalahan seperti tidak sengaja menghapus

5. Lindungi data-data penting anda. Android menyediakan fitur enkripsi anda bisa memanfaatkan fitur tersebut untuk mengenkripsi data di memory card sehingga apabila data tersebut dicuri, data tetap tidak dapat terbaca.

6. Backuplah file-file penting anda. Banyak aplikasi yang menawarkan penyimpanan data secara online seperti google doc, dropbox,dsb manfaatkan aplikasi tersebut sehingga anda tidak perlu khawatir kehilangan data karena semua data penting anda sudah tersinkronisasi dengan penyimpanan online.

You may also like...

3 Responses

  1. alfaridzi says:

    wahh.. kerren….

    ada gk a tip tip,,cara nge root yg aman????

  2. diktus says:

    Root hanya membuka akses ke direktori sistem agar bisa dimodifikasi. Tentu dari sudut pandang produsen hal ini dilarang sebab memodifikasi sistem dapat merusak hardware apabila dilakukan dengan tidak tepat. Makanya garansi biasa void kalau HP sudah d root. Dari sisi pengguna sah-sah saja sebab android adalah OS open source dan membuka akses root bukan hak yg illegal karena sifat osnya yg open source. ROOT hanya membuka akses direktory sistem tidak merubah hardisk sama sekali. Contoh memodifikasi lokasi server gps ke asia agar deteksi lokasi bisa lebih cepat. Dengan di root file confignya bs kita buka dan modifikasi. Setelah d root hp juga bisa kok dikembalikan ke kondisi unroot lagi dengan menutup kembali akses ke direktory sistem

  3. Plugie says:

    Belum berani ah nge root. Nge-root termasuk aktivitas legal atau ilegal ya

    Download gratis aplikasi lokal made in Indonesia asli di http://android.plugie.com

    Makasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bitnami