• Uncategorized
  • 5

Membuat Personal Cloud Storage dengan WDC My Book Live

Personal Cloud Storage mirip dengan NAS (Network Access Storage). Fungsinya adalah sebagai server yang menampung semua file dalam satu tempat sehingga bisa diakses secara bersama-sama dalam satu jaringan. Network Storage sangat bermanfaat dalam untuk berbagi file antara perangkat dengan mudah. Tidak perlu file dicopy tetapi bisa langsung mengakses ke storagenya.

Sekarang penggunaan NAS tidak hanya sebatas untuk kantor tetapi pengguna pribadi pun bisa menggunakan.Teknologinya semakin murah dan device berkembang dengan pesat. Sekarang kita bisa mengakses video, music, photo, dll pada perangkat smartphone atau menontonnya di LCD TV. Bayangkan anda harus membawa hardisk ekternal untuk ditancapkan ke TV bila ingin menonton TV, mengcopy file music, video,dll ke smartphone. Itu adalah gaya hidup lama, sekarang semua device bisa terkoneksi dengan WIFI router. Artinya device tersebut bisa mengakses file di dalam jaringan. Anda cukup memiliki sebuah storage yang terkoneksi ke WIFI router, lalu anda bisa menonton video, mendengarkan music, meliat photo maupun mengedit file kerjaan anda tanpa harus repot mengcopynya. Teknologi ini disebut DLNA, memungkinkan device untuk melakukan streaming secara langsung. Ketika anda menyimpan file di dalam Network Storage dengan mudah smartphone anda mengaksesnya melalui jaringan wifi. Bahkan bila memiliki smart TV anda bisa langsung melakukan streaming film yang anda ingin tonton. Sangat mengasyikan, anda tidak perlu repot2 memindahkan data. Media penyimpanan tunggal yang terpusat memudahkan anda mengelola file dengan lebih mudah dan lebih efisien.

Pengembangan dari NAS adalah Cloud Storage. NAS biasa dipake dalam jaringan lokal namun tren cloud computing membuat inovasi dimana kita bisa mengakses NAS di rumah kita dari mana saja selama kita terkoneksi ke internet. Namun sayangnya bandwith internet di indonesia masih sangat terbatas sehingga fungsi ini menjadi kurang optimal. Kecepatan transfer data masih sangat lambat sehingga tidak cocok streaming content berukuran besar. Terlepas dari semua kekurangan cloud storage menarik untuk digunakan. Saya akan membahas bagaiman cara kerja Cloud Storage

Untuk membuat Cloud Storage dibutuhkan sebuah server dengan hardisk dan router. Cara kerjanya cukup sederhana file yang ada di dalam hardisk ditransfer ke router sehingga perangkat yang terkoneksi ke jaringan dapat mengaksesnya. Untuk itu dibutuhkan sebuah PC standart yang sudah di configurasi untuk cloud storage. Namun penggunaan PC dirasa boros listrik dan configurasinya cukup rumit. WDC mewarkan solusi sebuah perangkat Cloud Storage siap pakai. Pada dasarnya WDC My Book Live hanyalah sebuah hardisk Sata biasa yang dibalut dengan casing. Ya mirip sekali seperti HDD Eksternal 3.5″. Yang membedakan di dalam casing tersebut terpakat sebuah perangkat network. Perangkat tersebut terdiri dari sebuah CPU, Memory dan juga chip network. NAS tidak membutuhkan resource CPU yang tinggi sehingga WDC cukup menggunakan CPU Biasa untuk menjalan Hardisk. Di dalam perangkat tersebut tentunya sudah diconfigurasi agar dapat dipakai. Solusi ini bisa dibilang lebih murah dibanding bila merakit PC. Harga perangkat ini dibanding harga hardisk eksternal hanya selisih 200rb.

Apakah 200rb cukup untuk membuat PC??? perlu diingat hardisk di dalam perangkat ini adalah hardisk PC SATA II. Berapa biaya minimal membangun PC paling murah?? saya rasa lebih dari 200rb. Belum lagi watt yang dipakai jelas lebih boros. Perangkat ini hanya memakai daya kurag dari 30w dan 8w saat idle. Secara cost untuk membangun dan biaya listrik bulanan perangkat ini jelas lebih unggul.

Kelebihan lain yang dimiliki adalah fungsi cloud computing. Anda cukup menginstall software dari WDC di smartphone dan langsung bisa mengaksesnya melalui internet. WDC menawarkan remote server gratis untuk anda. Apa fungsi remote server tersebut??

Untuk dapat mengakses hardisk ini melalui internet tentu saja hardisk harus terhubung ke internet. Anda cukup menghubungkan perangkat ini ke router dan hardisk akan otomatis mensetting untuk terkoneksi ke internet. Lalu agar perangkat di luar jaringan dapat terkoneksi tentunya membutuhkan jaringan internet IP Publik. Kebanyakan di indonesia pengguna hanya diberi IP Dynamic dan IP yang dipakai adalah IP router dari ISP sehingga kita tidak bisa langsung terkoneksi. Agar file dapat ditransfer maka diperlukan sebuah server sebagai jembatannya. Jadi file dari hardisk dikirim ke server tersebut baru kemudian oleh server diteruskan ke perangkat kita. Sangat menguntungkan karena kita tidak perlu berlangganan internet dengan IP Publik yang mahal. Namun seperti yang sudah saya sampaian di awal penggunaan ini sangat terkendala oleh bandwith yang minim. Rata2 pengguna rumahan kecepatan uploadnya di bawah 1mbps sehingga menjadi lambat dalam mengirimkan data

Bagaimana configurasi perangkat ini???

sangat mudah. Anda tinggal menghubungkan perangkat ini ke router. Kemudian install programnya di windows setelah itu ada bisa mengatur settingnya sesuai keinginan anda. Cukup mengikuti panduan yang ada manual.

perangkat ini juga mendukung FTP dan SSH

You may also like...

5 Responses

  1. diktus says:

    Maksudnya hardisk WDC Livenya dikonekin ke modem speedy ya? Tergantung modemnya kalau ada port lan lebih dari 1 bisa langsung tancap ke modem tanpa perlu setting lagi. Tapi kalau port lan di modem cuma 1 harus ditambahkan lagi swicth Hub

  2. Laura says:

    kalau pake modem wifi yang dari speedy itu bisa ga yah, kak?
    makasii ^_^

  3. diktus says:

    Router pake tplink mr3220 cuma rencana mau ganti router yang gigabit

  4. rizal says:

    mantep nih gan, klo router nya pake apa ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *