• Uncategorized
  • 4

Prosesor intel di Android sama hebatkah dengan di PC?

Nama intel tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita bahkan mungkin orang tua kita. Intel merupakah salah satu brand yang terkenal di ranah teknologi informasi khususnya personal computer. Di dunia PC prosesor intel tentu sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Inovasi produk yang dilakukan mampu membawa manusia pada perkembangan jaman yang pesat. Segala pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat menggunakan computer yang semakin hari semakin kencang.

Intel merupakan salah satu dari 3 pemegang lisensi CPU X86. Selain intel masih ada AMD dan VIA yang juga mengembangkan platform X86. Komputer yang kita pakai sehari-hari hamper semua menggunakan platform X86. Microsoft, linux dan beberapa operating system lainnya adalah para pengembang ekosistem X86. Bisa dibilang intel merupakan pemain nomer satu pada platform ini. Lalu bagaimana dengan dunia mobile terutama smartphone dan tablet?

Seperti yang kita tahu prosesor atau CPU yang dipakai pada perangkat smartphone dan tablet bukanlah menggunakan platform X86. Mobile device lebih menekankan pada daya listrik yang kecil agar dapat digunakan lebih lama sehingga platform x86 kurang dapat dikembangkan pada ranah ini. ARM merupakan produsen pembuat arsitektur CPU Mobile yang sekarang bisa dibilang penguasa CPU Mobile. Jika di PC ada Intel maka di Mobile device ada ARM sebagai pemimpin pasar. ARM berhasil mengembangkan CPU dengan daya kecil namun dengan kemampuan yang hampir setara dengan PC dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perkembangan smartphone dan tablet 2 tahun terakhir menjadi semakin pesat sampai mengakibatkan penjualan PC menurun. Hal ini tentu membuat produsen sekelas intel merasa gerah dan ingin terjun ke ranah mobile. Pertanyaan apakah intel mampu membuat prosesor sebaik Tegra 3, Samsung Exynos, Snapdragon, OMAP?

Bagi intel adalah haram untuk memproduksi prosesor ARM walaupun ARM merupakan arsitektur terbuka yang dapat dikembangkan. Satu-satu cara untuk terjun ke ranah mobile adalah dengan prosesor X86. Namun tentu saja banyak kendala yang dihadapi intel. Perbedaan platform tentu mempengaruhi aplikasi-aplikasi yang dikembangkan developer. Intel bersama google mati-matin menciptakan OS Android berbasis X86. Bukan hanya OS Android saja yang harus diport ke X86 namun tentunya aplikasi-aplikasi android yang ada haruslah bisa berjalan di CPU X86. Permasalahanya aplikasi dibuat untuk berjalan di platform ARM bukan X86. Tentu akan sangat sulit jika intel memaksakan developer membuat  2 versi aplikasi yaitu untuk ARM dan X86. Google sebagai pemilik tidak mau hal tersebut terjadi. Google ingin menjaga ekosistemnya agar developer tidak kesulitan dalam mengembangkan aplikasi.

Akhirnya intel berhasil menjembatani dengan membuat semacam emulator agar aplikasi berbasis ARM dapat dijalankan oleh CPU X86. Emulator ini dibuat semacam virtual machine yang menterjemahkan agar aplikasi tersebut bisa dijalankan di X86. Tentunya Virtual Machine ini diletakan di Core OS Android. Intel mengklaim 95% aplikasi android di play store dapat berjalan mulus dengan CPU X86. Intel berusaha agar tidak ada impact performance saat aplikasi dijalankan karena biasanya penggunakan emulator berdampak pada perfoma yang tidak optimal.

Intel akhirnya menggunakan prosesor intel Atom yang telah dikembangkan agar lebih hemat daya. Menurut saya langkah intel ini cukup terburu-buru meskipun bisa juga intel ketinggalan jauh dari ARM. Faktor yang paling penting adalah pemakaian daya yang efisien. Prosesor intel atom Z2420 ternyata masih menggunakan fabikasi 30nm. Menggunakan 1 buah core dengan teknologi hyperthreading andalannya. Adanya Hyper Threading membuat prosesor Atom yang hanya memiliki 1 core ini mampu bekerja layaknya dual core.

Ada beberapa point penting dari pengguanakan prosesor intel di android:

  1. Apakah Hyper Threading dapat dioptimalkan pada OS android?
  2. Kompatibilitas aplikasi. Apakah aplikasi dapat dijalankan dengan optimal pada prosesor intel
  3. Konsumsi daya prosesor
  4. Manajemen OS android dalam menggunakan prosesor intel

Dari beberapa benchmark pefoma intel atom generasi pertama untuk smartphone yaitu Atom Z2420 mampu mengungguli prosesor ARM berbasis dual core. Perfoma intel terliat lebih baik dalam aplikasi web browser dan multitaskingnya. Meskipun single core tetapi perfoma di beberapa bagian bisa lebih baik dari dual core ARM. Namun jika dibanding dengan prosesor Quad Core jelas masih lebih bagus prosesor Quad Core. Kita lihat apakah intel atom dual core yang artinya memiliki 2 buah core dan 2 Hyper Threading sehingga menjadi 4 core (2 real core+2 Virtual core) mampu mengalahkan CPU Quad Core ARM.

You may also like...

4 Responses

  1. diktus says:

    Secara teori bisa karena prosesor atom yang dipake sama dengan prosesor yg dipake buat laptop. Jadi pake installer yg x86 itu bisa. Tapi kendalanya untuk tablet bootloadernya biasanya dikunci jd untuk meload installernya cukup susah. Coba googling saja apa sudah ada yang berhasil mengunlock bootloadernya sehingga bisa diinstal os lain dari platform x86

  2. Angga says:

    artikel yg menarik, thanks sudah share ilmu. btw saya mau tanya nih mas, saya rencana mau beli asus fonepad yg kebetulan pake prosesor intel di atas (z2420). apa prosesor ini compatible utk jalankan os linux backtrack 5? karena di web backtracknya cuma ditulis opsi download: ARM (mobile/tablet), x86, dan x64. mohon pencerahan 🙂

  3. diktus says:

    Maksudnya mixing itu bikin spesifikasi ya? saya nggak bisa kalau itu. Engineer yang lebih expert soal bikin desain SOC

  4. finally! ada yg bahas chip dengan lebih mendalam! keep on good work bro 😀

    Btw, mas Benidiktus bs mixing hardware sendiri nggak untuk chip berbasis ARM?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *