Prosedur yang berbeda-beda dalam mengurus formulir A5

Sebenarnya udah lama pengen nulis tapi nggak kesampaian. Mumpung ada waktu mau sedikit share pengalaman ngurus A5 kemarin.

Bagi perantau diharuskan mengurus formulir A5 agar bisa ikut memberikan hak suaranya di TPS. Ternyata ada beragam pengalaman dari teman dan kakak saya sendiri waktu mengurus formulir A5. Ada yang dipersulit, ada yang mudah.

Berawal dari rasa antusias yang tinggi untuk ikut nyoblos saya persiapkan dari awal bulan. Namun ternyata tidak bisa. Saat datang ke kelurahan tempat saya tinggi yaitu di kemanggisan jakarta barat, petugas meminta form A5 dari kelurahan asal saya sebagai bukti lampiran pindah TPS. Kemudian saya menghubungi orang rumah untuk dimintakan A5 ternyata dari kelurahan tidak bisa memberi karena data DPT untuk pilpres belum final. Dari situ saya berhenti mengurusnya dan menunggu DPT muncul.

Tgl 14 Juni 2014, KPU menetapkan DPT dan dipublikasikan di website. Saat saya cek ternyata saya belum terdaftar padahal untuk pileg kemarin sudah terdaftar. Saya telusuri lebih jauh lagi ternyata 1 kelurahan belum ada data DPT-nya. Gimana bisa ngurus A5 kalau seperti ini???

Sampai batas terakhir pengurusan A5 nama saya di DPT belum juga muncul padahal sudah tgl 29 Juni. Hari senin tanggal 30 Juni saya mencoba ke kelurahan pluit yang dekat dengan tempat kerja. Waktu di sana saya cukup terkejut karena syaratnya cuma KTP saja tidak perlu pengantar A5 dari kelurahan. Saya lalu memfotocopy KTP dan menyerahkan ke petugas kelurahan. Petugas mengecek nama di DPT dan tidak ditemukan bahkan sampai 3x nomor KTP saya diketik. Dalam hati bilang “wah ini pasti dipersulit”, ternyata dugaan saya salah. Petugas tanda banyak tanya langsung memberikan form A5 untuk saya. Kemudian dia mengarahkan ke TPS yang jumlah DPT-nya tidak banyak. Hanya butuh waktu 15 menit bahkan mungkin kurang saya sudah bisa mendapatkan Form A5 yang sudah ditandatangai PPS, stempel PPS dan lokasi TPS juga sudah ditentukan.

Teman saya yang kebetulan ikut dengan saya lalu kaget. Dia berasal dari bandung dan pengen bisa nyoblos di jakarta. Tapi ada masalah untuk teman saya ini. Dia bilang kalau KTP-nya belum jadi karena hilang, dia hanya mempunyai surat keterangan dari kelurahan asalnya kalau KTP-nya sedang diproses. Petugas lalu menjawab “Bisa kok pakai surat keterangan itu, nanti kita buatkan A5-nya”. Sungguh sangat dipermudah mengurus form A5 di kelurahan pluit.

Pengalaman saya ini ternyata berbeda dengan apa yang dialami teman kantor saya. Saat dia mengurus form A5 di kelurahan grogol petugas terkesan mempersulit. Diminta form A5 dari kelurahan asal dan kartu keluarga. Saat itu teman saya belum membawa A5 dari keluarahan. Dia meminta form A5 di fax dari jogja ke jakarta. Namun setelah di Fax petugas malah bilang harus ada cap basahnya. What the hell, ribet bener ngurusnya. Belum lagi kalau sudah di urus di kelurahan harus ke KPU-D jakarta barat buat dapat form A5.

Lain lagi dengan cerita kakak saya. Dia belum terdaftar di DPT sama seperti saya, ya iyalah hahaha. Saat mengurus di kelurahan mampang, petugas cukup koorperatif. Namun ternyata prosedurnya juga berbeda, karena tidak terdaftar di DPT kakak saya didaftarkan ke DPK (Data Pemilik Khusus) dan tentu saja belum dapat formulir A5. Kata petugas suruh datang lagi pada hari terakhir pengurusan A5. Saat saya datang untuk mengurus form A5 ternyata dia tidak bisa masuk ke DPK karena nama muncul di DPT. Ya data dari kelurahan baru diupdate tgl 01 juli. Bayangkan bagaimana bisa data update setelah batas pengurusan A5 sudah selesai, konyol sekali memang.

Pada hari H saya datang ke TPS 35 Pluit penjaringan jakarta utara, sesuai TPS pada form A5. Tanpa banyak ditanya langsung antri buat nyoblos, yup akhirnya saya bisa nyoblos. Menit-menit akhir sebelum TPS ditutup ternyata kakak saya menanyakan nomer kartu keluarga. Ternyata dia bisa nyoblos karena ada masih ada surat suara yang tersisi. Dia harus melengkapi data untuk di A5 yang berupa nomor kartu keluarga. Langsung saya ambil HP dan kirim scan kartu keluarga, untung saya selalu simpan scan digital semua dokumen penting jadi kalau butuh tinggal buka HP hehehe. Akhirnya kakak saya pun bisa nyoblos di menit-menit terakhir.

Dari pengalaman saya, teman saya dan kakak saya terlihat prosedur yang berbeda-beda. Kekacauan ini terjadi karena data KPU tidak update. KPU merilis data DPT tgl 14 juni 2014 otomatis hanya ada waktu 3 minggu untuk mengurus form A5. Di kelurahan saya sendiri undangan dan DPT baru dikeluarkan 26 Juni 2014. Gila mempet waktunya dan lebih parahnya baru update di website KPU tgl 1 Juli, padahal batas akhirnya tanggal 30 Juni. Ini konyol sekali, waktu yang dibutuhkan sangat mepet. Sesuai aturan yang belum masuk DPT dimasukan ke DPK tapi KPU di sini tidak update.

Saya mengurus tgl 30 Juni dan data DPT keluar tgl 01 juli dengan DPT saya di domisili. Bayangkan kalau saya seharusnya dimasukkan ke DPK dan tgl 1 DPT saya keluar maka harus mengurus form A5 di TPS asal untuk dijadikan pengantar di TPS domisili. Sangat memakan waktu. Padahal ujung-ujung dari PPS domisili mengeluarkan form A5 kenapa harus bolak-balik? kita warga negara indonesia yang sah kok, punya KTP. Seharusnya kalau saya datang ke PPS domisili saya dan meminta A5, si petugas tinggal lihat KTP-nya aslinya mencocokan ke data KPU. Kalau belum terdaftar bisa dikasih surat pengantar sementara karena khan data update terakhir di 01 juli. Jadi begitu data DPT keluar tinggal minta A5, tidak perlu meminta A5 dari PPS asal. Datanya udah jelas ada di website KPU, buat apa minta form dari keluarahan asal. Verifikasi cukup di KTP dan orangnya yang meminta sama atau tidak. Dari form itu nanti petugas bisa update data bahwa NIK A menggunakan A5 nyoblos di TPS A. Nah KPU tinggal konsolidasi datanya, begitu nanti NIK dimasukan kelihatan DPT-nya dan kalau pake A5 kelihatan dia mau nyoblos dimana. Tapi kenyataannya tidak begitu. Update datanya lama bahkan mendekati seminggu sebelum pilpres pun masih update data. Memang jumlah DPT itu nanti dijadikan dasar buat jumlah surat suara namun kalau update data bisa lebih cepat saya rasa pemilih mau kok ngurus jauh-jauh hari. Lha ini bagaimana mau ngurus jauh-jauh hari datanya tidak update

Sekian dari saya semoga pilpres tahun depan DPT-nya bisa lebih update dan prosedurnya bisa lebih simple namun tetapi terverfikasi sehingga rakyat sangat dimudahkan. Kami sudah bayar pajak jadi kami berhak dan sudah sepantasnya dapat pelayanan yang terbaik dari pemerintah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *