Review Blackberry Z3 – Simple, smooth for messaging

Sebenarnya udah lama pake blackberry z3 aka jakarta. Iseng beli waktu ada pre-order dari erafone dan dapat harga yang cukup menarik Rp 1,499.999 dengan cicilan 6 Bulan 0% dari CIMB Niaga + Bonus data 36GB setahun indosat matrix.

Iseng aj mau nyobain BB OS 10 yang awalnya bakalan lemot ternyata kebalikannya, android kalah smooth sama ini. Masih banyak yang beranggapan kalau BB itu lemot, nggak update, terus harus langganan BIS. Sebenarnya udah lama tahu BB OS 10 waktu keluar BB Z10 pernah nyobain juga saat launch. Kesan pertama emang smooth cuma karena belum terbiasa sama gesture-nya jadi kerasa rada kaku aja. Karena Z10 saat launch mahal tentunya saya mengurungkan untuk membelinya. OS baru, app masih sedikit tapi dihargai mahal. Nah Z3 ini memberikan kesempatan lebih banyak orang untuk mengenal BB OS 10.

Buat saya yang paling menyenangkan adalah BB Hub dan gesture pindah menunya yang cepat dan smooth. Cukup swipe dari bawah untuk unlock lalu geser kanan-kiri untuk lihat semua notif. Kalau dibandingkan dengan android gerakan ini lebih cepat. Android perlu unlock dulu lalu swipe notif ke bawah. Menurut saya lebih enak swipe dari bawah ke atas lalu geser kanan.

Kemudian yang cukup interest adalah display notif yang keluar previewnya di atas dan bisa langsung buka atau reply dari situ. Misal sedang buka WA kemudian ada BBM masuk, maka akan keluar preview messangenya di layar atas dan bisa langsung balas pesannya di situ tanpa harus buka ke BBM. Ini cukup efisien tidak perlu ganti app atau windows bila memang pesannya tidak penting.

Notifikasi di lock screen juga bisa menampilkan preview. Jadi pada saat kondisi phone lock kita bisa lihat ada pesan apa saja yang masuk kalau nggak penting bisa nanti aja balasnya. Di android yang keluar hanya icon app-nya di atas dan harus buka lock screen jika akan melihat pesannya.

Nah karena cukup freak sama security phone pastinya selalu pake lock screen. Display notif tetep bisa ditampilkan walau phone dalam kondisi security lock. Cara unlocknya yang paling saya sukai dan ini cukup unik adalah picture lock screen. Lebih aman dibanding pattern locknya android dan juga lebih cepat untuk unlock screenya.

Picture screen akan menampilkan picture dengan deretan angka-angka random yang selalu berubah. unlock dilakukan dengan memilih salah satu angka kemudian mengesernya ke lokasi gambar yang kita tentukan. Karena urutan angka selalu berubah jadi tidak bisa ditebak, misal kita pilih angka 1 untuk diletakkan ke bagian tengah. Angka 1 ini bisa muncul dari bawah, samping, atas, dsb. Proses unlocknya lebih cepat dibanding pattern lock screen android yang harus digambar dulu polanya.

Bicara soal perpindahan menu BB Z3 ini smooth sekali dan memang keunggulan OS bebasis QNX terlihat di sini. Sangat jarang terjadi lag. on screen keyboardnya juga enak dan ada predictive dalam bahasa indonesia, cukup swipe ke atas dan pengetikan bisa lebih cepat.

Security di BB OS 10 adalah yang paling sulit ditembus dan ini diakui oleh banyak praktisi digital forensik. Ketika ponsel dalam keadaan terlock password flash memory dan SD Card tidak bisa dibaca. Ketika salah memasukan kode unlock 10x maka otomatis semua data akan terwipe dan tidak akan bisa direvobery lagi.

BB OS 10 menyedian encyption flash storage dan memory jadi walaupun Flash memory storage dan micro sd dilepas dari ponsel dan dibaca dengan alat reader tetap tidak akan bisa ditembus karena datanya terenkripsi. Kunci enkripsi tersimpan pada ponsel sehingga satu2-nya cara adalah melakukan brute force yang akan memakan waktu yang sangat lama karena standart enkripsinya sudah menggunakan AES-256bit.

Soal aplikasi memang tidak banyak applikasi di BB OS 10 walaupun bisa menjalankan app android tetapi untuk app yang memutuhkan google play tidak bisa berjalan. Bisa dibilang kurang bagus untuk menjalankan app android karena menggunakan emulator jalanya app menjadi lemot.

Saya pribadi menggunakan BB ini hanya untuk WA, BBM dan Email. Untuk aktivitas tersebut sangat bisa diandalkan. BB mendukung banyak email protocol seperti POP3, IMAP dan Exchange. Kebetulan saya menggunakan outlook.com yang sudah support Exchange. Realtime email, contact dan calender serta security yang lebih bagus menggunakan Exchange mail. Akses email responsive walaupun banyak email masuk tetapi tidak terasa gejala lag. Begitu juga dengan WA dan BBM, kemudian notifikasi dan gesture lah yang menyebabkan saya merasa sayang meninggalkan device ini. Smooth dan cepat untuk messaging.

untuk aplikasi hiburan saya tidak menggunakan blackberry karena memang kurang perfomanya. Saya menggunakan HP android untuk urusan applikasi hiburan seperti sosical media, musik, youtube.

Battery jika hanya mengggunakan email, wa dan BBM bisa tahan 1 hari kondisi data on mobile dengan sinyal yang stabil. Jika banyak yang mengatakan BB lebih cocok untuk kerja messaging saya setuju sekali.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *