Mengenal Teknologi 4G LTE di indonesia

4G sebenarnya sudah merambah ke Indonesia secara komersial sejak tahun lalu. Operator pertama yang menyelenggarakan layanan berbasis teknologi 4G LTE di Indonesia adalah Bolt. Layanan dari PT Internux ini adalah yang pertama kali menggunakan teknologi 4G LTE. Lalu muncul telkomsel dengan tag line pertama kali menggelar layanan 4G LTE. Tentu ini menimbulkan banyak persepsi karena yang pertama kali jelas adalah Bolt.

Jika ditilik lebih lanjut sebenarnya layananan bolt dan operator GSM lain sama-sama berbasis LTE tetapi berbeda teknologi. Bolt menggunakan teknologi TDD-LTE sementara operator GSM menggunakan teknologi FDD-LTE. Apa yang membedakan kedua teknologi tersebut?

TDD-LTE hanya menggunakan single frekuensi sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan koneksi data dengan voice (telp) dan sms secara bersamaan. TDD LTE di indonesia akan berjalan pada frekuensi 2300mhz. Menilik sejarahnya frekuensi 2300mhz ini adalah frekuensi untuk Wimax. Namun karena perkembangan wimax tidak terlalu bagus dan hal ini juga terjadi di negara-negara lain di asia. Frekuensi ini kemudian dirubah menjadi teknologi netral dan oleh bolt diganti menggunakan teknologi lte.

Meskipun sudah menjadi teknologi netral tetapi license belum seluler artinya bahwa masih seperti wimax. Dimana tiap regional memiliki pemilik license yg berbeda-beda. Bolt yang dulunya adalah sitra wimax merupakan pemegang license untuk jabodetabek. Sehingga wajar saja bila bolt hanya mengcover daerah jabodetabek saja. Selain itu bolt tidak memiliki ijin untuk voice dan sms. Kalaupun bisa voice yang digunakan adalah voice over lte atau telp via jaringan internet seperti layanan skype, hangout, dsb.

Ke depan frekuensi ini akan dibuat seluler sehingga operator seperti bolt dapat mengelar layanannya secara nasional. Smartfren sudah mendapat jatah untuk frekuensi ini dan sedang mengembangkan layanan LTEnya. Operator wimax lainnya seperti juga akan mengganti teknologi mereka dengan LTE.

FDD-LTE adalah pengembangan LTE yang memungkinkan jaringan berjalan dengan multi channal. Saat ini indonesia mengelar FDD LTE di frekuensi 900mhz dan ke depan menggunakan 1800mhz. Dengan 2 frekuensi tersebut apabila ada handset yang support LTE di kedua band tersebut maka kecepatan koneksi data akan menjadi lebih cepat terutama pada saat traffic di salah satu frekuensi sedang crowded.

Keunggulan FDD-LTE lainnya adalah adanya guard band yang mampu menjaga channel frekuensi dari kebocoran. Misalnya dalam 1 frekuensi digunakan untuk bermacam teknologi seperti GSM, HSDPA dan LTE. Maka alokasi untuk teknologi tersebut tidak saling mengganggu.

Menyimak perkembangan LTE baik untuk FDD maupun TDD tampaknya akan sangat menarik. Dimana banyak operator menawarkan layanan LTE baik FDD maupun TDD. Semoga saja perkembangan ini berdampak positif terhadap perkembangan internet di indonesia. Tentu kita berharap harga yg ditawarkan akan lebih terjangkau dengan adanya persaingan teknologi ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *