• Uncategorized
  • 0

Mengenal Teknologi VoLTE & VoWIFI pengganti Skype dan layanan sejenis

Apa trend selanjutnya setelah jaringan LTE selesai digelar? pertanyaan yang mungkin banyak penggiat teknologi pertanyakan. Kalau boleh saya sebut adalah VoLTE dan VoWIFI, apakah itu? sesuai singkatannya keduanya adalah Voice over LTE dan Voice over WIFI. Sederhananya melakukan panggilan telp via jaringan internet LTE dan WIFI.

Lah apanya yang baru? udah lama khan ada aplikasinya kayak Skype, Hangout, BBM Voice dan yang terbaru tentu saya Whatsapp. Secara prinsip sih sama sebenarnya dengan apa yang dilakukan aplikasi tersebut. Lalu apa menariknya sih dibanding pakai aplikasi tersebut?

VoLTE dan VoWIFI menganut konsep native dan seamless. Secara sederhana dapat saya sebut tanpa harus install aplikasi dan tanpa harus login, dsb. Begitu kita terkoneksi jaringan LTE atau WIFI pada saat kita melakukan panggilan secara otomatis panggilan kita dilakukan via jaringan LTE atau WIFI. Ya tanpa perlu login, add friend dsb. Di sininal letak menariknya hehehe. Untuk VoWIFI bisa dibilang teknologi yang lebih baru dari VoLTE. Di dunia baru ada 5 provider yang menerapkannya. Kalau VoLTE lebih mudah diimplementasikan karena jaringan sudah pasti berada pada kendali provider.

VoWIFI benar-benar tanpa kendali dari operator. Jadi kita bisa melakukan panggilan via Wifi dari manapun selama kita bisa terkoneksi ke jaringan wifi tersebut. Tidak harus dari Wifi yang disediakan gratis oleh operator, menggunakan pubic hotspot sekalipun juga bisa dilakukan. Lalu kita cukup memilih contact yang ada pada phonebook kita seperti kita melakukan panggilan telepon biasa.

Kedua teknologi ini juga seamless artinya kita sedang melakukan panggilan dengan VoLTE kemudian kita switch ke Wifi secara otomatis panggilan akan dialihkan menggunakan koneksi Wifi tanpa mengganggu panggilan yang kita lakukan.

Requirement
Nah setelah kita memahani cara kerja VoLTE dan VoWIFI mungkin anda tertarik pengen nyobain pastinya akan bertanya smartphone saya support nggak ya? untuk VoLTE sudah pasti harus pakai smartphone yang mendukung jaringan LTE. Kalau nggak bisa terkoneksi ke jaringan LTE gimana mau pakai teknologinya hehehe.

Kemudian tadi dikatakan native, tanpa install app, tanpa login, add friend dsb. Karena teknologi ini sudah menjadi standart maka vendor pembuat smartphone tentunya akan menyematkan teknologi ini ke device-device terbaru mereka. Smartphone lama tentu saja harus install app tambahan dari operator atau bisa jadi diintegrasikan ke app dialer dari OS smartphonenya. Untuk ponsel android hal ini tentu bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan.

Kedepan bisa jadi handphone featured yang tentunya sudah support LTE diberikan fitur ini jadi buat orang tua yang ga biasa pakai smartphone bisa pakai VoLTE tanpa ribet lagi.

Security
Tadi dikatakan bahwa VoWIFI bisa digunakan dijaringan Wifi mana saja selama terkoneksi internet. Kita tahu bahwa public wifi kebanyakan tidak menerapkan fungsi security pada jaringannya dengan baik. Bahkan bisa jadi ada wifi yang sengaja dipasang untuk tindakan penyadapan. Tentunya setiap feature yang dikeluarkan operator harus selalu mematuhi aspek keamanan data penggunanya. Selain masalah keamanan, layanan VoLTE lebih baik dari segi kualitas suara yang sudah menggunakan HD dan tentunya akan minim latency karena data tidak perlu tersambung ke server penyedia OTT. Secara mekanisme pemrosesan tentunya lebih efisien dibanding teknologi OTT yang masih menggunakan VOIP.

VoWIFI dilengkapi dengan teknologi enkripsi IPSEC yang saat ini menjadi standart enkripsi keamanan yang diakui keunggulannya untuk end to end enkripsi. Key atau kunci yang digunakan untuk enkripsi menggunakan teknologi EAP-SIM atau dari simcard yang digunakan. Jadi VoWIFI ini tida bisa digunakan jika simcard dari operator tidak diaktifkan featurenya. Untuk smartphone jadul yang belum support EAP-SIM mungkin perlu install app tambahan.

Dengan adanya enkripsi end to end ini maka panggilan yang dilakukan sulit untuk disadap. Walaupun infrastruktur jaringannya disadap tetap saja yang diambil adalah data yang terenkripsi dan dibutuhkan kunci untuk membukanya. Untuk teknologi end to end enkripsi hampir dipastikan sulit untuk didekripsi lagi karena algoritma kuncinya yang berubah-ubah dan tentunya perlu sim-card sebagai kunci dekripsinya.

Benefit untuk Provider dan Pelanggan
Benefit untuk pelanggan tidak usah dipertanyakan lagi. Jelas akan terasa lebih hemat dibanding telp konvensional. Tidak perlu lagi takut kena roaming, selama ada internet bisa melakukan panggilan. Selain itu tidak perlu repot install app, register, add friend, dsb yang data kita belum tentu aman dari penyalahgunaan. Tentunya kita perlu membayar untuk bisa menggunakannya. Sampai saat ini dari pemerintah belum ada ketentuan tarifnya terutama jika dilakukan VoLTE antar operator.

Nah itu tadi benefit untuk pelanggan lalu dari sisi operator apa sih benefitnya. Kita sudah membaca di berita setelah ramai operator berbondong menyiapkan jaringan LTE muncul berita operator mulai menyiapkan layanan VoLTE. Apalagi jika bukan untuk memaksimalkan penggunaan spectrum 4G mereka.

Saya melihat ada beberapa keuntungan:
1. Operator selama ini merasa tidak mendapat keuntungan dari layanan OTT seperti Skype, Hangout, BBM, dll. Jaringan mereka dipakai bandwithnya dalam jumlah besar tetapi keuntungan operator hanya dari quota data saja. Dengan penerapan VoLTE ini otomatis semua traffic data akan menggunakan jaringan mereka tidak lagi ke server penyedia layanan OTT. Operator bisa mendapat keuntungan dari sini dengan memberlakukan biaya langgan ke pelanggan untuk menikmati fasilitas VoLTE.
2. Operator yang tidak memiliki ijin penyediaan suara seperti Bolt tentunya sangat antusias dengan layanan ini. Mereka bisa menyediakan layanan panggilan dengan jaringan LTE mereka tanpa perlu membayara biaya licensi ke pemerintah seperti operator GSM.
3. Adanya teknologi 4G Lte membuat beban cost provider bertambah karena selain harus menyediakan invetasi jaringan operator memerlukan biaya untuk maintenance jaringannya. Saat ini operator harus memelihara jaringan 2G, 3G dan 4G. Belum lagi membayar biaya lisensi GSM ke pemerintah untuk menyediakan layanan suara.

Dapat dibayangkan bila kedepan dengan adanya native teknologi yang dapat diimplementasikan lebih mudah operator perlahan akan mematikan jaringan 2G mereka. Pengguna akan meninggalkan cara telepon konvensional. Penerapan VoLTE memungkinkan perubahan user lebih cepat karena tidak lagi direpotkan dengan install aplikasi, dsb yang cukup ribet untuk kebanyakan orang terutama pengguna yang sudah tua.

Dengan demikian jaringan LTE dapat diterapkan lebih maksimal karena bandwithnya yang lebih besar dibanding teknologi 2G dan 3G.

Saya sertakan referensi supaya tulisan saya ini tidak dianggap khayalan belaka:
http://www.aptilo.com/wi-fi-calling/next-generation-wi-fi-calling-solution
https://www.youtube.com/watch?v=3YQcDZZhoLA

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *