Bangun Data Center vs CDN

Sekitar 3 atau mungkin 5 tahun yang lalu desakan agar content over the top (google, facebook, twitter, dsb) membangun data centernya di indonesia sudah ramai dibicaran. Namun realisasinya sampai sekarang dimana era cloud computing semakin menjamur dengan banyaknya provider lokal menawarkan solusi cloud computing. Sebut saja telkom sigma, lintas arta, cloud indonesia, dan masih banyak lagi. Pengguna jasa cloud lokal juga bukan klient sembarangan mulai dari perusahaan telekomuikasi bahkan sampai perbankan. Beragam sertifikat keamanan dan standart Bank indonesia sudah mereka miliki. Namun mengapa google dan lainnya belum mau membangun data centernya di indonesia?

Sebenarnya perlukan merek membangun data center di indonesia? secara compliance dengan pemerintah mereka diharuskan membuat data center agar data tersebut bisa digunakan sesuai hukum indonesia. Jika data berada di server luar negri maka tidak akan mudah data tersebut digunakan untuk keperluan hukum karena tentunya akan berlaku hukum di tempat data tersebut di simpan. Alasan lain yang sering di dengar adalah agar aksesnya lebih cepat bila servernya ada di indonesia. Menurut saya ini tidaklah sepenuhnya benar.

Di era cloud seperti sekarang dimana content digital dibangun dengan infrastruktur yang scalabilitynya besar. Tentunya tidak mungkin layanan sekelas google hanya memiliki datacenter di satu wilayah saja untuk melayani seluruh penduduk dunia. Google memiliki banyak data center saling terhubung dengan model clustering dimana 1 server terhubung dengan server lainnya. Sangat memungkinkan data kita tidak disimpan di satu server. Misalnya ketika kita mengakses gmail dari indonesia bisa jadi datanya ada di singapura bukan di US. Ketika kita pergi ke eropa dan akses gmail dari sana, bisa jadi kita akses data kita dari server di eropa. Kenapa bisa demikian?

Ini yang akan saya bahas lebih lanjut yaitu mengenai CDN (Content Distribution Network). Sebuah feature yang lahir di era cloud computing. Prinsip dari CDN adalah menduplikasi content dari satu server ke beberapa server dengan tujuan memberikan akses yang paling baik.

Dahulu ketika kita akan membangun sebuah website kita perlu melihat dahulu segmen dari pengunjung kita. Jika buka toko online dengan target pasar lokal maka akan lebih baik jika menggunakan hosting lokal atau IIX. Ketika target user adalah US dan IIX maka kita perlu menggunakan 2 server di US dan IIX yang saling terhubung. Tujuannya adalah agar user di indonesia akan mengakses server di IIX dan user dari luar negri akan mengakses server di US. Tentunya membutuhkan biaya yang mahal karena kita harus memaintain 2 server sekaligus.

Di sinilah peran CDN diperlukan. CDN mempunyai banyak server dengan skalabilitas tinggi di setiap region America, Eropa, Asia, Afrika, Australia, dsb. Server tersebut saling terhubung dan memiliki DNS server yang powerful, Kunci dari CDN selain pada server-servernya juga pada DNS yang dimiliki. DNS ini akan mendeteksi lokasi pengunjung website lalu mengarahan ke server yang terdekat.

Dengan begini kita tidak perlu lagi memiliki banyak server cukup 1 server saja dan semua user baik lokal maupun luar negri memiliki kecepatan yang sama mengakses website kita. Kita hanya perlu mendaftarkan website kita ke penyedia layanan CDN lalu content di server kita akan dicopy (cache) ke seluruh server yang ada di jaringan CDN. Kita menempelkan DNS dari CDN di alamat domain. Maka ketika user mengakses domain kita, koneksi mereka akan diarahkan ke DNS server CDN lalu oleh DNS server CDN diteruskan ke server terdekat. Misal kita ada di indonesia maka DNS server akan mengarahkan ke server terdeket dengan indonesia misalkan singapore.

Nah dengan konsep seperti ini masih perlukan OTT membangun server di indonesia jika tujuan mereka ingin memberikan akses yang cepat kepada pengguna? salah satu provider CDN jaringan yang ada di indonesia adalah akamai. Google menyewa akami ini yang memiliki cache server di indonesia. Hasilnya dapat kita rasakan pada saat akses youtube kecepatan streaming rata-rata saat ini lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Data juga menunjukkan akses internet indonesia semakin cepat. Sebenarnya CDN ini lah yang banyak memberika peran dari angka tersebut.

Mengapa demikian? bandwith internet dibagi menjadi 2. yaitu akses untuk jaringan server di indonesia atau biasa disebut IIX dan jaringan IX atau internasional exchange. Bandwith ke jaringan IIX tentunya sudah besar karena terhubung langsung dengan data center di indonesia. Bandwithnya bisa 1 – 10gbps. Dengan demikian bila CDN ada di jaringan IIX maka aksesnya menjadi cepat.

Google tidak perlu memikirkan maintenance datacenter mereka. Bila mereka ragu dengan server CDN di indonesia mereka juga tidak ambil pusing karena pengguna akan secara otomatis di routing ke server lain sehingga downtime hampir tidak ada. Biaya yang dikeluarkn tentu lebih murah bila mereka menyewa CDN dibandingkan membangun data center sendiri.

Kesimpulan saya jika hanya ingin akses internet cepat maka tidak perlu buat data center cukup menggunakan CDN saja. Tetapi bila tujuanya adalah compliance dengan hukum di indonesia maka datacenter mutlak diperlukan walaupun bisa saja ini kurang tepat. Dengan konsep cloud data bisa dicopy ke banyak negara. Misal google sudah membangun data center di sini tidak 100% data yang diperlukan ada di data center indonesia. Contohnya jika seorang WNI sedang berpergian ke singapore dan mengirim email dari gmail. Maka data tersebut otomatis ada di server singapore baru dicopy ke data center indonesia. Hukum mana yang akan diterapkan? saya rasa itulah mengapa google enggan membangun data centernya di indonesia. Selain memang faktor datacenter di indonesia masih mahal dan kemampuanya masih belum sebagus di negara lain.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *