Tor Project vs VPN Connection

Masih ingat cerita edward snowden yang membocorkan proyek mata-mata rahasia yang dilakukan pemerintah amerika? isu tersebut sempat membuat banyak pengguna internet termasuk corporate khawatir dengan data privacynya. Keamanan data dan privacy menjadi hal yang sangat mahal untuk dilindungi.

Hal itulah yang kemudian memunculkan Tor Project. Sebuah proyek yang bertujuan untuk melindungi privacy. Membuat sebuah cara bagaimana aktivitas di dunia maya menjadi untraceable dan tidak terdeteksi.

Lalu apa sih bedanya Tor dengan VPN?
VPN adalah sebuah cara untuk menyembunyikan identitas dalam hal ini ip address. VPN menggunakan sebuah tunnel dengan membuat jalur pribadi di atas jaringan internet. Segala aktivitas akan dilakukan oleh server VPN lalu disalurkan ke pengguna dengan jalur khusus.

Dengan demikian IP address asli tidak terdeteksi melainkan IP address VPN yang akan meningglkan jejak pada website yang dikunjungi.

Tujuan Tor Project dan VPN hampir sama yaitu membuat untraceable namun dengan cara yang berbeda dan tentunya mempunyai plus minusnya sendiri.

VPN menggunakan koneksi 1 to 1 antara client dengan VPN server. IP yang terecord adalah IP server VPN sehingga jika akan melacak Ip address yang asli perlu melakukan intercept pada jaringanya. Hal ini sangat memungkinkan untuk dilacak dengan membongkar enkripsi traffic jaringan dan menganalisanya. Tentunya membongkar enkripsi traffic jaringan VPN bukan hal yang mudah dilakukan. Enkripsi semakin lama akan semakin sulit dibongkar namun bukan tidak mungkin ada super komputer yang mampu menembusnya.

Tor Project mencoba memberikan pengaman tambahan dari kelemahan VPN. Tor tidak menggunakan koneksi 1 to 1 namun merelay koneksi dari 1 server ke server lain sampai 2 atau 3. Hebatnya lagi setiap request atau membuka website baru selalu menggunakan relay server yang berbeda-beda. Jadi ketika anda membuka facebook dan twitter IP address yang terdeteksi di facebook dan twitter berbeda dan akan terus berganti ketika ada request baru.

Relay ke beberapa server dan bersifat random membuat sulit untuk menganalisa traffic dan menemukan real IP address. Setiap traffic yang keluar masuk akan memiliki pola yang berbeda-beda dan sangat sulit ditebak. Kelemahan Tor adalah koneksi menjadi lambat karena traffic harus di relay ke beberapa server dan menimbulkan latency yang tinggi.

Kelemahan lainya adalah traffic yang digunakan Tor adalah unencrypted tentunya jika mengaksesk halaman website non HTTPS. Proses relay ke beberapa server menyebabkan tidak dapat dilakukan proses enkripsi karena jalurnya yang berpindah-pindah.

Walaupun begitu traffic juga tidak bisa dengan mudah diintercept karena melewati banyak server tentunya untuk melakukan intercept perlu koneksi ke masing-masing server yang dilewati dan tentunya sangat sulit menebak server mana yang akan terkoneksi menjadi relay.

Jika anda membutuhkan perlindungan adalam aktivitas browsing menggunakan Tor project sangat tepat. Dengan menggunakan Tor jejak anda sangat sulit untuk ditelusuri real IP yang digunakan. Namun jika anda membutuhkan koneksi yang aman untuk transaksi banking, conference, sharing file penggunaan VPN lebih cocok karena menawarkan enkripsi untuk melindungi data dari intercept. Namun jejak anda bisa saja terdeteksi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *