Dibalik Implementasi VoLTE Smartfren

Bagi anda yang sudah baca artikel atau yang belum tahu apa itu VoLTE silahkan buka link berikut mengenal teknologi VoLTE dan VoWIFI.

Saya cukup kaget mendengar Smartfren sudah mengkomersialkan teknologi VoLTE. Dalam implementasi 4G LTE smartfren benar-benar tidak terduga dan sangat cepat transformasinya. Lihat saja pada awal tahun lalu berita smartfren akan menggelar 4G LTE hampir tidak terdengar. Hanya kabar masih dalam tahap pemilihan vendor yang terdengar. Tapi tanpa disangka-sangka sudah bisa menggelar layanan 4G LTE duluan dibanding operator GSM. Bahkan cakupannya lebih luas dari operator GSM yang saat itu masih menggandalkan frekuensi 900 yang hanya 5-10mhz. Smartfren sudah lari lebih dulu dengan 10mhz di FDD 850mhz dan 30mhz di TDD 2300mhz. Bandwith frekuensi sebesar itu bahkan sempat membuat iri XL dan Telkomsel.

Pada masa-masa awal itu indosat sempat ditanya mengenai teknologi VoLTE dan jawabnya belum perlu. Implementasi di dunia masih sedikit, handsetnya juga masih sedikit. Saya masih setuju dengan pendapat itu sampai tulisan ini dipublikasikan, alesan nanti akan saya bahas di akhir tulisan. Faktanya Smartfren sudah lebih dulu mengimplementasikan teknologi VoLTE beserta ketersediaan handsetnya.

Saya jadi bertanya-tanya mengapa smartfren begitu cepat sekali menerapkan VoLTE padahal di luar teknologi ini belum banyak diadopsi. Bicara handset sebenarnya bukan sedikit, handset terbaru dengan fitur LTE Advance kebanyakan sudah support teknologi VoLTE secara hardware namun dari sisi software banyak yang belum diaktifkan secara native. Entah apakah karena standardnya yang belum ada atau memang perlu configurasi dari sisi operator yang harus dibenamkan pada firmware.

Dari berita ini Spektrum bekas flexi mau dipakai untuk apa telkomsel? saya seperti menemukan jawaban mengapa smartfren buru-buru mengadopsi teknologi Vo-LTE. Sebentar ini tulisannya khan soal telkomsel kok jadi nyambung ke smartfren?? jawabanya ada pada bagian akhir berita tersebut hehehe

Seperti yang sudah saya bahas pada tulisan saya mengenai smartfren bahwa smartfren menggunakan 2 frekuensi 850 dan 2300 yang mana 850mhz adalah bekas peninggalan teknologi CDMA beserta limpahan frekuensi dari merger jaringan dengan ESIA. Frekuensi ini sudah dinetralkan dan sebagian digunakan untuk LTE. Frekuensi 850 ini sebenarnya masih dipakai smartfren untuk layanan CDMA-nya. Sebelumnya Smartfren menggunakan frekuensi 1900 juga untuk layanan CDMA-nya yang saat ini sudah dipindahkan untuk LTE di 2300mhz. Praktis hanya frekuensi 850 saja yang masih digunakan untuk CDMA.

Pemerintah sendiri sudah menyatakan bahwa teknologi CDMA tidak bisa diteruskan lagi dan semua pemain sudah mengembalikan frekuensinya seperti flexi dan indosat. Sementara Esia sudah menyerahkan frekuensinya ke smartfren. Targetnya adalah akhir 2016 ini CDMA sudah tidak beroperasi lagi. Itu lah kenapa dalam berita tersebut telkomsel berharap bisa pindah sebelum akhir 2016 hehehe.

Nah udah mulai kelihatan khan alasanya apa smarfren buru-buru implementasi VoLTE? apalagi kalau bukan layanan suara. Saat ini voice dan sms masih dilakukan dengan jaringan CDMA tentunya hanya dengan handset andromax saja voice dan sms bisa dilakukan. Smartfren sendiri punya license untuk menyelengarakan seluler alias telp dan sms. Kalau akhir tahun ini CDMA mati tentunya nomer smartfren akan bernasib sama seperti bolt yaitu cuma bisa buat internetan hehehehe

Inilah alasannya mengapa smartfren sangat perlu teknologi VoLTE. Demi bisa bersaing dengan kompetitornya dan memanfaatkan licensi seluler yang dia punya maka mau tidak mau smartfren perlu VoLTE agar tetap bisa menyelenggaran voice dan sms.

Pertanyaanya apakah VoLTE diperlukan untuk operator GSM? jawabanya perlu tapi tidak urgent. Seperti yang sudah saya tulisa di atas handset yang support VoLTE masih sedikit. Dari sisi jaringan operator GSM masih bisa menyelenggaran Voice dan SMS dengan jaringan 3G dan 2G mereka. Voice masih diperlukan walaupun growth secara revenue tidak bertambah namun layanan telp tidak bisa serta merta dihilangkan.

Dengan lahirnya VoLTE lebih cepat dan untuk kedua kalinya smartfren menang lagi tentunya opsel GSM tidak akan tinggal diam. Bila promosi dan marketing smartfren terhadap VoLTE bisa viral maka mau tidak mau operator GSM juga akan menimplementasikan VoLTE untuk daya saingnya. Nantinya jika operator sudah mendukung VoLTE, smartfren dengan sendiri bisa lepas dari CDMA. Strategi menghadirkan handset sendiri juga bakal bisa dikurangi. Smartfren akan bisa dipakai di hampir semua ponsel 4G LTE apabila nantinya freq 2300 dijamikan syarat uji sertifikasi di postel. Dalam artian setiap ponsel 4G Lte yang dijual di indonesia harus support semua frekuensi LTE. Tentu aturan tersebut akan sangat menguntungkan untuk smartfren.

You may also like...

2 Responses

  1. roelspace says:

    Kalau sudah menggunakan VoLTE bisa dibilang tidak perlu lagi pulsa untuk panggilan Voice, karena sudah numpang di data. Artinya operator yang menerapkan VoLTE bisa lebih bersaing dibandingkan GSM.
    Apakah begitu ?

  2. Masalahnya sampai sekarang belum ada aturan mengenai VoLTE. Smartfren sendiri menggunakan basis waktu untuk VoLTE jadi bukan lantas panggilanya menggunakan data melainkan dengan durasi waktu. Nggak tahu kalau aturan ke depan akan menggunakan data sebab sekarang mayoritas operator masih belum implementasi VoLTE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *