Mengenal apa itu file system, Partition dan Partition Table

Ada teman pengen install dual boot linux dengan windows namun dia tidak memahani apa sih itu EXT4, MBR, GUID, Mount, dll. Akhirnya saya ceritakan panjang lebar supaya paham dulu basicnya. Tujuannya agar tidak salah langkah dalam install linux. Banyak yang nggak paham atau hanya ngerti setengah-setengah dan akhirnya malah partisi windowsnya rusak. Bagi yang mau dual boot pahami dulu ketiga hal ini. Oke langsung saja ke pembahasannya

1. File system
File system adalah sekumpulan perintah untuk menyimpan file. Kalau dianalogikan sebuah tempat penyimpanan buka, file system ini adalah metode atau flow proses bagaimana buku ditata ke dalam rak. Sebagai contoh buku yang kecil di depan sedangkan yang besar dibelakang. Semua ruangan harus terisi dengan buku alias kalau ada tempat kosong maka yang dibelakang dipindah ke depan supaya rapi, dst. Tujuan dari file system ini adalah untuk mengatur agar file atau dokumen tersimpan dengan baik sehingga mudah dicari, tidak berantakan, dan sebagainya. 
Setiap operating system memiliki file system sendiri-sendiri. Untuk keluarga windows ada FAT, FAT32, dan NTFS. System operasi moderen seperti windows 7, 8, 8.1 dan 10 cenderung dijalankan dengan NTFS yang merupakan system file modern. Untuk linux ada EXT2, EXT3, EXT4, dan Swap. Linux moderen biasanya defaultnya akan menggunakan EXT4 untuk data dan file system tipe swap yang digunakan sebagai swap. Lalu untuk macintosh menggunakan partisi HFS+.
Apakah semua file system tersebut dapat saling disupport? secara native tidak semua saling support. FAT32 bisa dibilang universal karena linux dan mac bisa membaca dan menulis di file system FAT32. Untuk NTFS linux dan mac bisa membaca namun untuk write dibutuhkan aplikasi pihak ketiga. Sementara windows tidak bisa membaca file system linux dan Mac secara native. Diperlukan aplikasi pihak ketiga untuk mengaksesnya. 
sebagai tempat installasi OS wajib menggunakan partisi defaultnya. Contoh windows menggunakan NTFS untuk partisi yang menampung OS, linux menggunakan EXT4 untuk partisi OS-nya dan mac menggunakan HFS+. Sementara untuk data tidak harus sama, jika tidak mau report bisa menggunakan FAT32 atau ExFAT. File system exFAT mirip dengan FAT32 namun dapat menyimpan single file berukuran lebih dari 4GB dimana ada FAT32 terdapat limitasi untuk single file berukuran di atas 4GB. 
2. Partition
Sering kali banyak yang beranggapan kalau partition itu adalah drive C:, drive D:, dst. Hal ini tidak lah salah namun kurang tepat. Model drive hanya digunakan di OS Windows sedangkan di Linux tidak mengenal drive demikian juga di MAC. Lalu apa sih partition itu?
Sesuai namanya partition atau dalam bahasa indonesia partisi adalah sebuah sekat. Kita ibaratkan hardisk adalah sebuah ruangan. Partisi adalah pemisah di dalam ruangan tersebut. Misalnya dibagi menjadi 2 bagian, 4 bagian, dst. Masing-masing bagian ini dapat memiliki file system yang berbeda-beda. Ibarat partisi pertama menggunakan rak kecil sementara partisi lainya menggunakan rak besar, dst.
Sesuai fungsinya partisi untuk membedakan ruang penyimpanan data. Idealnya sebuah hardisk minimal memiliki 2 partisi, 1 untuk menampul file2 operating system satu lagi untuk penyimpanan file. Tujuannya adalah apabila akan dilakukan install ulang cukup memformat partisi OS saja sehingga data tidak hilang karena partisi data tidak ikut diformat.
Nah untuk dual booting ini maka perlu rencana pembuatan partisinya. Misal hardisk 500GB idealnya dibagi 3 atau 4 bagian. 1 untuk partisi windows (NTFS), 1 untuk partisi linux (EXT4), 1 untuk partisi SWAP dan 1 partisi untuk data. Swap idealnya 2x jumlah RAM dan untuk data bisa menggunakan Exfat agar dapat diakses oleh windows maupun linux tanpa kendala.
Balik lagi ke awal mengenai penamaan partisi. Pada system windows partisi akan dibaca sebagai drive sedangkan di linux partisi dibaca sebagai folder-folder. Pada linux partisi utama dibaca menggunakan simbol / yang berisi file2 system operasi linux. Sedangkan untuk data menggunakan /Home dan /Swap untuk partisi Swap. Sebenarnya tidak ada perbedaan hanya namanya saja yang berbeda. 
Ada istilah mount di linux yang fungsinya adalah mengarahkan. Sebagai contoh hardisk external yang ditancapkan pada usb oleh linux akan terdeteksi pada folder /dev/sda1. Perintah mount akan memudahkan kita misalnya dimount ke /storage maka untuk membuka hardisk external tersebut tidak perlu ke /dev/sda1 namun cukup ke /storage. Mount ini juga digunakan di Windows namun pada OS windows hardisk menggunakan mount drive (C.D.E.dst) sebagai pembeda dari folder. 
Silahkan ditentukan dulu jumlah partisinya jangan main install aja tanpa memperhatikan structur partisinya.
3. Partition Table
lanjut ke masalah partition table. Bisa dikatan partition table ini adalah struktur yang menyimpan informasi dari partisi-partisi tadi. Ada 2 tipe partition table yang lazim digunakan yaitu MBR dan GPT. 
MBR atau master boot record biasa digunakan oleh OS windows. MBR ini berisi informasi mengenai partisi dan file systemnya. Pada saat boot informasi pada MBR inilah yang akan dibaca pertama kali sehingga lokasi partisi OS bisa terbaca dan dijalankan. Structur MBR terdiri dari Primary partition dan logical partition. OS harus diinstall pada primary partition sedangn logical digunakan untuk menampung data. Kelemahan MBR hanya memperbolehkan membuat 4 primary partition dengan kata lain hanya bisa install 4 OS di primari partition. Hal ini karena dalam MBR os harus diinstall pada primary partition agar dapat terbaca pada saat booting. Selain windows, linux juga support menggunakan partisi MBR. Semenjak era windows 8 microsoft mulai meninggalkan MBR dan beralih ke GPT. Hal ini terkait perkembangan motherboard yang mulai beralih ke UEFI dan UEFI sendiri hanya bisa berjalan pada partition table GPT.
GPT atau Guid Partition Table sudah dipakai lama oleh Mac dan OS unix. Pada GPT tidak ada lagi primary dan logical. Semua partisi dianggap sama dan bisa dilakukan boot. GPT memiliki dukungan pembuatan partisi yang lebih baik dibanding MBR. Apabila GPT digabungkan dengan UEFI maka boot akan menjadi lebih cepat. UEFI tidak perlu lagi membaca MBR namun bisa langsung ke partisi yang dituju. Informasi boot tersimpan pada sebuah partisi yang berisi lokasi OS.
Nah demikian penjelasan mengenai file system, partition dan partition table. Semoga memberi pencerahan bagi yang kan install dual boot atau sedekar mengganti-mengganti partisi hardisk.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *