Pemanfaatan Teknologi IT sebagai Business Enabler

Tumbuhnya start-up dan usaha skala kecil menengah di indonesia mendorong para pelaku bisnis untuk menggunakan teknologi. Hadirnya teknologi mampu memangkas banyak biaya serta membuat menjadi lebih efisien. Teknologi cloud membawa peran penting dalam transformasi tersebut.

Jika kita melihat jaman dulu untuk memiliki email pribadi, file sharing, aplikasi terintegrasi sebuag perusahaan harus mengeluarkan investasi yang besar untuk server, jaringan, storage. Selain itu perlu menggaji karyawan untuk maintenancenya. Selain biaya yang besar waktu juga banyak terbuang. Pengadaan server tentu bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan cepat. Harus tender dulu, poc, sampai menunggu selesai installasi.

Ketika bisnis berkembang dengan membuka kantor cabang baru, kebutuhan IT semakin meningkat. Tentunya diperlukan VPN network untuk bisa terhubung dengan kantor pusat. VPN membutuhkan setidaknya IP Public dan server serta bandwith internet sendiri yang tidaklah murah. Belum lagi kebutuhan storage yang terus meningkat, selain harus menambah hardisk baru berkejaran dengan waktu hardisk lama pun harus diganti untuk mencegah kehilangan data.

Selain masalah tersebut perusahaan juga dihadapkan pada tantangan untuk bisa menyediakan kebutuhan layanan IT secara terus menerus. Apabila sistem down sebentar saja bisa jadi seluruh operasional akan terganggu bahkan juga layanan ke konsumen. Tentu hal ini adalah hal yang tidak bisa dihindari lagi dengan semakin bergantungnya bisnis terhadap teknologi. Menjaga sistem untuk available selama 24 jam perlu biaya yang besar termasuk untuk resource manusianya sendiri.

Teknologi cloud seakan menjawab semua tantangan itu. Seperti yang kita ketahui cloud menggunakan banyak mesin server yang saling melakukan backup sehingga proses donwtime akan sangat minimal sekalipun terjadi kerusakan atau kegagalan hardware pada server. Selain itu kemampuan scalabilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan sangat membantu untuk menekan biaya dan pada akhirnya mampu mendapatkan net income yang lebih besar. Cloud mengubah IT yang lebih banyak ke CAPEX menjadi OPEX.

Dengan adanya cloud sebuah perusahaan kecil yang baru berdiri bahkan bisa menyamai sebuah perusahaan yang sudah lama berdiri dengan asset dan jaringan IT yang skalabilitasnya sudah besar. Perusahaan baru cukup memanfaatkan layanan cloud seperti Microsoft Office 365 atau google G-suite for work. Dengan hitungan jam bahkan menit kita sudah bisa setup 1 company untuk bisa beroperasi. Email untuk karyawan sudah ada, storage untuk penyimpanan data sudah ada, bahkan untuk teleconference sekalipun sudah bisa. Tidak peduli lagi ada berapa cabang bahkan di seluruh dunia sekalipun bisa saling terhubung dan berkomunikasi. Biaya yang dikeluarkan bersifat opex per user sehingga kita hanya mengeluarkan biaya sesuai yang kita pakai. Tanpa perlu investasi capex untuk server, perangkat jaringan, dsb. Kita hanya butuh 1 buah koneksi internet dan 1 koneksi backup serta proxy untuk manage traffic internet. Selebihnya semuanya opex yang dibayarkan per bulan.

Aplikasi bisa di develope dengan platform cloud yang sudah banyak penyedianya. Cukup sewa server cloud dan kita tidak perlu pusing masalah upgrade perangkat, sizing spec. Semua bisa dilakukan dalam hitungan menit, ketika traffic sudah hampir melebihi kita tinggal tambah RAM, Hardisk, CPU sesuai kebutuhan tanpa downtime. Bayangkan jika menggunakan server sendiri tentunya ada waktu downtime hanya untuk menambahkan RAM, ganti CPU, dsb. Biaya yang dikeluarkan akan berbanding dengan kebutuhan. Pada saat awal tidak perlu sewa server dengan spec besar sering berjalan tinggal dinaikan saja.

Banyak resource yang bisa dihemat termasuk dari sisi manusia. Anda hanya membutuhkan 1 orang untuk maintenance jaringan internet yang mana saat ini sudah sangat banyak penyedia layanan internet yang mampu melakukannya. Selebihnya cukup fokus pada produk dan pengembangan aplikasi IT yang mendukung proses bisnis. Anda akan mempunyai team IT yang benar-benar fokus sebagai enabler bisnis anda. Programer yang fokus untuk pengembangan aplikasi, system analyst yang fokus pada pengembangan IT strategic.

Jika ada penambahan cabang baru cukup minta provider internet untuk memasang internet. Tidak perlu pusing memikirkan budget untuk firewall, server, dsb. Data akan aman di cloud walaupun pada laptop user terkena virus sekalipun.