Melindungi diri dari kejahatan Cyber

Semakin canggih sebuah teknologi serangan cyber pun semakin canggih. Banyak teknik yang memanfaatkan kemudahan dari sebuah teknologi. Dalam serangan cyber yang paling rentan adalah human, kenapa saya sebut human? karena tidak hanya melibatkan user atau pengguna saja tetapi faktor manusia dari penyedia jasa.

Ok pada bahasan kali ini saya akan lebih fokus pada banking. Saat ini hampir semua orang memiliki rekening perbankan. Inovasi dan kemudahan juga semakin maju. Bisa dibilang smartphone anda adalah ATM berjalan yang dapat melakukan transaksi perbankan kecuali tarik tunai pastinya.

Smartphone menjadi kartu ATM sekaligus mesin transaksi bagi nasabah dan sayangnya banyak nasabah kurang memahami pentingnya keamanan dalam menggunakan smartphone. Ketika smartphone anda sudah terhubung ke rekening perbankan anda, maka anda harus waspada dan berhati-hati dalam menggunakan. Tidak bisa lagi memperlakukan smartphone anda secara sembarangan.

Berikut hal yang harus anda lakukan untuk mencegah atau setidaknya memperlambat anda menjadi korban kejahatan cyber,

Mengaktifkan Lock screen smartphone 

Sudah menjadi hal wajib anda untuk mengaktifkan fungsi lock screen pada smartphone anda. Bayangkan ketika smartphone anda hilang orang lain bisa menggunakan secara bebas bisa jadi anda tidak cukup waktu untuk memblokir nomer ataupun rekening anda. Mengaktifkan lock screen baik itu dengan password, pattern, code, finger print akan menghambat orang untuk mengakses smartphone anda. Setidaknya pelaku harus melakukan reset dengan komputer terlebih dahulu untuk mengakses smartphone anda dan pada saat itu kemungkinan besar seluruh data anda sudah terwipe.

Mengaktifkan Sim Card Pin

Tidak banyak orang mengaktifkan sim card pin. Padahal fitur ini sangat penting karena setiap kali sim card dinyalakan baru, akan selalu meminta PIN dan jika salah maka akan terblokir dengan sendirinya. Smartphone anda mungkin saja sudah terlock namun dengan mudah orang bisa mencabut sim card anda dan memindahkannya ke HP lain. Bayangkan jika orang tersebut sudah tahu passcode, pin code atau password mobile banking anda maka dengan mudah dia bisa mengakses rekening anda

Waspada SIM Card Cloning

Sebuah nomer HP hanya dapat diakses dengan nomer simcard yang teregister. Operator menyediakan fitur untuk mengaktifkan sim card 4G dengan perdana baru. Tekniknya cukup simple, anda hanya register kemudian akan diberikan kode yang harus diaktifkan pada perdana baru. Kemudian sim card lama anda akan mati dan berpindah ke sim card yang baru. Anda harus hati2 jika ada yang menelepon meminta untuk upgrade kartu ke 4G jangan pernah sekalipun anda memberikan kode yang anda terima. Jika pelaku sudah dapat kodenya maka pelaku sudah memiliki nomer anda.

Registrasikan nomer yang anda gunakan untuk internet atau mobile banking sesuai dengan KTP anda. Hal ini penting ketika suatu waktu Sim card anda ada yang mengcloning anda bisa membuktikan bahwa anda yang memiliki nomer tersebut.

Waspada data diri anda

Jangan pernah memberikan data diri spesific pada orang yang belum anda kenal. Jika pelaku cyber crime sudah memiliki informasi tentang anda mereka bisa berlaku seperti anda kemudian menelepon operator lalu meminta ganti sim card. Di sini kita tidak bisa percaya apakah customer service menjalankan SOP dengan menanyakan informasi spesific dan bisa membedakan apakah benar yang menelepon adalah anda. Hal ini juga bisa terjadi pada rekening bank anda. Jika SOP bank bisa memperbolehan reset password mobile banking via telp maka setelah pelaku mendapat Sim Card anda pelaku bisa mendapatkan akses mobile banking. SOP yang benar adalah nasabah harus ke bank atau minimal ke ATM untuk reset password.

Jangan taruh uang anda pada satu bank

Sebaiknya buka 2 atau 3 rekening. Pisahkan uang untuk operasiona dan uang untuk tabungan. Rekening untuk tabungan sebisa mungkin jangan diaktifkan untuk e-channelnya. Tetap konvensional saja yaitu ke bank kalau mau transaksi. Minimal hanya kartu ATM saja dan jangan bawa kartu ATM-nya tinggal saja di rumah kartu ATM-nya. Hal ini untuk meminimalkan kerugian jika anda menjadi korban penjahat cyber.

Bukan hanya penjahat cyber saja namun perampok juga bisa kita hindari setidaknya kalau diancam perampok buat tarik uang di ATM, uang tabungan kita masih aman karena kartunya kita tinggal di rumah.

Jangan install aplikasi tidak resmi

Bagi pengguna android sering kali menggunakan aplikasi di luar playstore. Hal ini cukup riskan karena kita tidak tahu apakah app tersebut disusupi malware atau tidak. Bisa saja app tersebut disusupi malware yang bisa membajak data perbankan. Misalnya menjadi keylogger yang bisa merekam password atau pin mobile banking. Meneruskan passcode dari sms bank, dll. Jika memang anda membutuhkan sebaiknya nomer untuk internet banking menggunakan HP terpisah.

Waspada phising

Jangan pernah anda akses mobile banking atau internet banking dari URL yang dikirimkan via email, sms, messanger maupun ketika ada mengunjungi website yang tiba2 menampilkan halaman untuk login ke layanan perbankan. Bisa jadi URL sudah dimanipulasi dan anda secara tidak sadar memberikan ID dan password anda. Jika sudah terlanjur terjadi atau anda merasa tidak yakin segera ganti password anda dengan mengunjugi situs resminya

Waspada Wifi Public

Jika anda menemukan wifi yang tidak menggunakan password anda patut curiga karena bisa jadi wifi tersebut sengaja dibuat untuk mengambil data-data dari smartphone anda. Smartphone secara otomatis akan selalu terkoneksi ke internet nah ketika terkoneksi ke Wifi tersebut bisa jadi request2 dari app masuk ke router wifi dan akhirnya bisa terbaca trafficnya. Jika memang harus terpaksa maka sebaiknya anda mengkoneksikan pada VPN service. Salah satu layanan VPN gratis dan cukup terpercaya adalah dari opera anda bisa mendownload dan menggunakannya. Mengenai VPN silahkan cari artikel saya mengenai VPN.

Selain collect data Wifi palsu bisa juga memanipulasi alamat URL jadi jangan pernah anda terkoneksi ke layanan perbankan tanpa VPN. Bisa jadi URL yang anda ketik dimanipulasi ke server yang bukan sebenarnya. Walaupun pasti muncul warning error certificate namun bisa juga browser anda terlewat dan dianggap URL-nya benar

Menggunakan Kartu ATM dengan nama

Sebisa mungkinkan anda menggunakan ATM yang mencantumkan nama anda atau tandai kartu anda. Kita tidak tahu apabila ditukar kartunya jika tanpa nama maupun tanda spesific. Banyak cara yang bisa dilakukan pelaku, ya macam pesulap yang punya banyak trik untuk menukar benda.

Ganti PIN dan Password secara berkala

Hal ini sangat penting karena kita tidak tahu atau tidak sadar apakah PIN atau Password kita sudah diketahui. Sebaiknya ganti secara berkala anda bisa mengganti sebagian dari PIN yang biasa anda pakai. Misalkan PIN anda 123456 ganti sebagian angka bisa depan atau belakang misalnya menjadi 123457, dst yang memudahkan anda.

Berikutnya saya akan membahas untuk anda yang menggunakan kartu kredit

Hapus 3 digit angka di belakang kartu

hafalkan 3 digit angka di belakang kartu lalu tutuplah dengan spidol atau tipex. Anda bisa saja tidak sadar ketika membayar kemudian mengesek kartu bisa jadi kartu anda difoto dan bisa digunakan oleh orang lain

Minimalkan transaksi langsung

Saat ini banyak e-commerce menyediakan akses pembayaran dengan kartu kredit. Meskipun beberapa merchat sudah menerapkan verification code ke nomer anda namun anda perlu berhati-hati untuk merchant yang tidak menyediakan fasilitas tersebut. Jika mengijinkan menggunakan paypal lebih baik anda menggunakan paypal saja agar nomer kartu kredit anda tidak diketahui.

Aktifkan notifikasi

Fitur ini mungkin menguras pulsa anda tapi sangat baik untuk memonitor setiap transaksi kartu kredit sehingga anda aware jika ada transaksi yang tidak anda lakukan.

Punya lebih dari 1 HP

Sebaiknya anda memiliki lebih dari 1 HP dan tidak harus smartphone. Tujuannya adalah agar anda dapat dengan cepat menghubungi perbankan apabila terjadi HP hilang atau nomer anda dicloning supaya dengan cepat dapat diblokir.

 

Demikian tips dari saya untuk meminimalkan resiko kerugian dari kejahatan cyber semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *