Internet lemot bisa jadi bukan salah Internet Provider
Banyak sekali saya temui kasus internet lemot dan yang disalahkan pertama kali adalah providernya. Padahal belum tentu providernya yang salah, tetapi perangkat network di rumah kita yang tidak optimal. Di indonesia ISP kebanyakan hanya memberikan 1 wifi router tipe standard. Masalahnya konsumen tidak tahu apakah wifi bawaan ISP itu cukup atau tidak. Konsumen tahunya 1 wifi router itu sudah cukup untuk buat internetan lancar. Tapi ada banyak faktor yang sebenarnya bukan salah ISP-nya. Pemberian 1 wifi router ini memang cara yang sederhana yang dilakukan ISP.
Kita perlu pisahkan jaringan internet dan jaringan di internal rumah. Jaringan internal rumah ini menghubungkan semua perangkat yang ada di dalam rumah seperti smartphone, laptop, PC secara wireless maupun dengan kabel. Modem yang diberikan ISP ini menangani jaringan internal dan juga jaringan internet. Nah fungsi jaringan internal ini tidak bisa serta merta dikonfigurasi hanya dengan modem ini. Perbedaan jumlah device dan luas ruangan berpengaruh terhadap kualitas jaringan wireless. Semakin banyak device dan semakin besar ruangan maka coverage yang bisa dihandle oleh 1 buah modem bawaan ISP belum tentu bisa dihandle dengan maksimal. Sementara ISP itu bertanggung jawab untuk jaringan internet, atau jadi modem itu ke jaringan luar sampai ke internet. Coverage jaringan internal seharusnya menjadi tanggung jawab pelanggan.
Coverage jaringan internal ini bisa membuat koneksi internet jadi nggak lancar. Bisa jadi dari modem ke website kecepatannya stabil di 100mbps tetapi dari modem sampai ke device kita, laptop ataupun smartphone kecepatannya tidak stabil. Tentu kecepatan yang seharusnya 100mbps karena coverage sinyal kurang bagus yang diterima cuma 50mbps atau mungkin 100mbps tetapi tidak lancar. Faktornya karena modem bawaan ISP tidak cukup bagus menghanlde traffic ke jaringan internal. Sinyal Wifinya kurang kuat sehingga jadi tidak lancar.
Kita bisa sewa jasa yang memang bisa cover juga kebutuhan jaringan internal, biasanya ini di kantor-kantor karena banyak usernya. Tapi kita bisa juga merancang sendiri jaringan internal di rumah kita. Berikut yang perlu dipersiapankan
Kebutuhan Koneksi Lan dan Wifi
Langkah pertama adalah mengidentifikasi berapa banyak device yang akan terkoneksi menggunakan kabel lan dan Wifi. Jika device stay di dalam rumah seperti komputer, NAS, printer,dll akan sangat bagus jika bisa terkoneksi dengan kabel LAN. usahakan untuk terkoneksi dengan kabel CAT6 agar koneksinya maksimal
Selanjutnya untuk Wifi selain kebutuhan banyak device, kita harus lihat juga jangkauan ruangan yang diharapkan dan berapa banyak tembok penghalang. Gunakan mesh wifi di sini agar koneksi bisa maksimal dan seamless. Penggunaan mesh wifi membantu memaksimalkan coverage sehingga akses di setiap sudut ruangan memiliki experience yang sama. untuk ruangan yang sangat jauh dari node wifi, sebaiknya hubungkan dengan kabel lan. Tentunya jika mesh router support untuk setting backhaul menggunakan kabel lan
Penggunaan wifi sebagai router
Setelah jaringan lokal sudah selesai dikonfigurasi langkah selanjutnya adalah menghubungkan wifi router dengan router bawaan ISP. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan
- Matikan fungsi wifi di modem ISP. cara paling mudah adalah dengan menonaktifkan SSID.
- hubungkan wifi router dengan modem ISP menggunakan kabel lan. Wajib menggunakan kabel untuk hasil yang maksimal
- Atur jalur internet/WAN di wifi router tambahan menggunakan DHCP sehingga request ke internet nanti akan diberikan ke modem
- Jika memungkinkan modem untuk menjadi bridge, sebaiknya pilih mode ini karena lebih stabil dan fungsi router seperti bandwith limit bisa dilakukan dengan mudah daripada menggunakan mode WAN.
